Sabtu, 14 November 2015

Culture Shock yang Pernah Saya Alami



Culture Shock yang Pernah Saya Alami


1.    Culture shock yang pernah saya alami adalah waktu ketika saya mudik ke kampung halaman dan saya menikmati banyaknya kuliner yang ada dikampung halaman saya. Ketika saya membayar makanan tersebut, ternyata harganya benar-benar murah. Walaupun menunya sama seperti tempat domisili saya, tetapi harganya jauh lebih miring dari tempat domisili saya.
2.    Saya pernah mengikuti kegiatan kemah remaja Indonesia. Kegiatan tersebut diadakan selama 1 minggu. Disana saya dibina oleh Angkatan Laut(AL). Saya bertemu banyak teman di kegiatan tersebut. Karena, peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat banyak dan diambil dari perwakilan masing-masing sekolah seJABODETABEK. Selama mengikuti kegiatan tersebut, saya dan teman-teman saya harus mengikuti aturan disana. Selama seminggu pula kami harus menyesuaikan hidup dikegiatan tersebut. Kami dilatih seperti angkatan, seperti harus bangun pagi-pagi, ibadah, olahraga pagi, makan pun makanan yang berserat, jika kami melakukan kesalahan kami pun dihukum.

Unsur-Unsur Budaya



A.   Unsur-unsur Kebudayaan:

1.    Bahasa
Bahasa adalah salah satu alat yang digunakan oleh masyaraakat luas untuk berkomunikasi dan bersosialisasi. Ada 2 bahasa yaitu, bahasa lisan dan bahasa tulisan.
2.    Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan adalah suatu sistem yang mempelajari dan mengamati berbagai alam sekitar meliputi, flora, fauna, waktu, sifat-sifat/tingkah laku manusia, tubuh manusia, dll.
3.    Sistem Kemasyarakatan
Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yaitu, suatu perkumpulan atau perkelompokan yang dibangun dan dibuat oleh masyarakat tersebut yang bertujuan untuk kekeluargaan atau kekerabatan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Contoh: Paguyuban, patembayan, arisan, dll.
4.    Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Suatu alat yang digunakan untuk membantu atau mempermudah aktivitas manusia. Contoh: Alat komunikasi, alat memasak, alat membersihkan rumah, dll.
5.    Sistem Mata Pencaharian Hidup
Suatu cara, usaha, kegiatan, atau pekerjaan yang dilakukan masyarakat untuk mendapatkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Contoh: berdagang, bertani, nelayan, berburu, dll.
6.    Sistem Religi
Suatu keyakinan atau kepercayaan yang dipegang teguh oleh masyarakat. Sistem religi bisa berupa sistem kepercayaan, upacara adat, komunikasi agama, dll.
7.    Kesenian
Suatu hasil dari ide atau gagasan manusuia. Contoh kesenian: tarian, karya hasil tangan(batik, patung, lukisan, anyaman), alat musik, dll.




  




Sumber: http://www.pengertiansosial.com/2015/05/7-unsur-kebudayaan-menurut-koentjaraningrat.html
 

Jumat, 02 Oktober 2015

Budaya Jawa Tengah

Ilmu Budaya Dasar 
Eko Safitri
1PA03

Budaya Jawa Tengah

Jawa Tengah adalah provinsi dimana budaya jawa banyak berkembang disini, karena di Jawa Tengah pada zaman dahulu banyak terdapat kerajaan-kerajaan yang berdiri. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya candi-candi, tarian-tarian, makanan, kesenian-kesenian, musik, alat musik, adat istiadat, tata kelakuan, dan kebiasaan-kebiasaan yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat jawa. Ada banyak candi yang terdapat di Jawa Tengah, yaitu; Borobudur, Prambanan, Dieng, Tikus, Mendut, Pawon, Canggal, Gedong Songo. Selain candi juga terdapat tarian-tarian, yaitu; Gambyong, Bedhaya, Bondan, Serimpi, Beksan Wireng, Kethek Ogleng. Jawa Tengah juga memiliki makanan khas, seperti; Tempe mendoan, Telur asin, Brekecek, Soto Purbalingga, Sup Senerek, Mangut Beong, Dawet ireng, Tahu petis, Sego liwet, Sambel lethok, Nasi grombyang.


Ada juga alat musik dari Jawa Tengah, seperti; Gamelan, Gong, Kendang, Saron, Kenong, Bonang, Siter. Jawa Tengah pun memiliki kesenian-kesenian yaitu seperti wayang kulit dan batik tulis yang masih dilestarikan sampai saat ini. Keris merupakan senjata dari Jawa Tengah.  Selain itu, di Jawa Tengah kepercayaan pada nenek moyang atau mitos masih sangat kental. Hal ini dapat dibuktikan dengan ada banyaknya masyarakat yang masih membuat sesajen untuk para leluhurnya. Masih banyak upacara-upacara dan spiritual-spiritual yang dilakukan masyarakat. 
 
  
Budaya asing yang masuk ke Indonesia

Seiring maju dan berkembangnya zaman, banyak sekali budaya asing yang masuk dan berlalu lalang didalam negeri. Seperti cara berpakaian, cara berbicara, cara bertingkah laku. Sangat jelas berbeda anak zaman sekarang dengan anak zaman dahulu. Diantara contohnya seperti; musik-musik barat yang banyak masuk ke dalam negeri, model-model pakaian barat, makanan-makanan barat, model rambut, model berdandan, gaya berbicara, dan masih banyak lagi. Hal ini tidak hanya terjadi pada generasi muda saja, namun generasi tua pun ikut andil dalam hal ini. Masuknya budaya asing ke dalam negeri memiliki dampak positif dan negatif. 

Berikut ini berbagai Dampak positif:

1. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
2. Terjadinya industrialisasi
3. Dapat mempelajari kebiasaan, pola pikir, dan perilaku bangsa-bangsa yang maju sehingga mampu mendorong kita untuk lebih baik lagi dan maju seperti mereka
4. Produktifitas dunia industri semakin meningkat
5. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerjaan untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki
6. Adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri
7. Terjadinya akulturasi budaya yang mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yang unik

Dampak negatif 

1. Dapat menghilangkan kebudayaan asli Indonesia

2. Terjadi proses perubahan sosial didaerah yang dapat mengakibatkan permusuhan antar suku sehingga rasa persatuan dan kesatuan bangsa menjadi goyah

3. Apabila budaya asing masuk ke Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat Indonesia untuk mempertahankan dan melestarikannya, dapat dipastikan bahwa masyarakat Indonesia tidak akan dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia nantinya.




Pandangan saya terhadap masuknya budaya asing ke Indonesia itu ada keuntungnya dan ada kerugiannya. Keuntungnya yaitu, perekonomian di Indonesia menjadi lebih baik, produktifitas masyarakat Indonesia pun meningkat, dan masyarakat Indonesia jadi tidak ketinggalan zaman. Adapun kerugiannya yaitu, masyarakat Indonesia jadi lupa akan jati diri bangsanya,lupa akan budaya dan sejarah bangsa Indonesia, mulai memudarnya akhlak dan sikap atau tingkah laku masyarakat Indonesia, mulai banyaknya sifat individualisme,dan berkurangnya sifat gotong royong antar masyarakat. Kita sebagai warga asli negara Indonesia harus bisa mempertahankan budaya asli Indonesia dimulai dari hal yang terkecil dahulu.








Sumber:  - wordPress.com
                - Khrisna Sahadewa
                - http://mochamadrizal19.wordpress.com
                - http://anjasnugraha.blogspot.co.id