Eko Safitri
12515159
Bab
9 Tentang EKOLOGI dan Dampak Perkembangan IPTEK terhadap Kehidupan Manusia
Pendahuluan
Ekologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan
lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali digunakan oleh Haeckel, seorang
ahli biologi, dalam pertengahan tahun 1960-an. Istilah ini berasal dari bahasa
Yunani yaitu: "oikos" yang berarti rumah, dan "logos"
berarti ilmu. Karena itu secara harfiah, pengertian ekologi adalah ilmu tentang makhluk hidup dalam
rumahnya atau dapat diartikan juga sebagai ilmu tentang rumah tangga makhluk
hidup.
1. Bagaimana
Perkembangan IPTEK pada Dewasa ini ?
Perkembangan IPTEK pada
saat ini sangat berkembang pesat dan telah membawa manfaat luar biasa bagi
kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut
kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat
mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalih fungsikan tenaga otot
manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan. Begitupun dengan
telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah
sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu
dan aktivitas manusia. Kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang
benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan
kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Bagi masyarakat sekarang, pengembangan
IPTEK dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang
bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan
membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. IPTEK diyakini akan
memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan IPTEK
terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun,
manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan
malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda,
terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif IPTEK
terhadap kehidupan umat manusia. IPTEK hanya mampu menampilkan kenyataan.
Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif.
Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan.
2.
Tingkatan Teknologi Berdasarkan
Penerapannya
1.
Teknologi Tinggi ( Hi – tech
) adalah suatu jenis teknologi mutakhir yang dikembangkan dari hasil penerapan ilmu
pengetahuan terbaru. Contoh : komputer, laser, bioteknologi, satelit komunikasi
dan sebagainya. Ciri – ciri teknologi ini adalah padat modal, didukung fasilitas
riset dan pengembangannya, biaya perawatan tinggi, keterampilan operatornya
tinggi dan masyarakat penggunanya ilmiah.
2.
Teknologi Madya adalah suatu jenis
teknologi yang dapat dikembangkan dan didukung masyarakat yang lebih sederhana
dan dapat digunakan dengan biaya dan kegunaan yang paling menguntungkan. Ciri
teknologi madya adalah tidak memerlukan modal yang terlalu besar dan tidak
memerlukan pengetahuan baru, karena telah bersifat rutin. Penerapan teknologi
madya ini bersifat setengah padat modal dan padat karya, unsur – unsur yang
mendukung industrinya biasanya dapat diperoleh di dalam negeri dan keterampilan
pekerjanya tidak terlalu tinggi.
3.
Teknologi Tepat Guna yaitu, teknologi
yang dicirikan dengan skala modal kecil, peralatan yang digunakan sederhana dan
pelaksanaannya bersifat padat karya. Biasanya dilakukan di negara – negara
berkembang, karena dapat membantu perekonomian pedesaan, mengurangi urbanisasi
dan menciptakan tradisi teknologi dari tingkat paling sederhana.
Dengan kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi
terutama di bidang teknologi informasi dan teknologi transportasi yang dicapai
manusia pada ujung pertengahan kedua abad ke XX, memungkinkan arus informasi
menjadi serba cepat: apa dan oleh siapa dari seluruh muka bumi (bahkan sebagian
jagat raya) menembus ke seluruh lapisan
masyarakat dengan bebas tanpa membedakan siapa dia si penerima. Tanpa mengenal
batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya
yang dapat menghambat bertukar pikiran.
3.
Bagaimana Peran Ilmu Pengetahuan dalam Pemenuhan Kebutuhan
Primer dan Sekunder ?
Kebutuhan
Primer
Disebut juga kebutuhan alamiah, karena kebutuhan ini
berkaitan erat dengan kodrat kita sebagai manusia. Kebutuhan primer adalah
kebutuhan yang mutlak dan harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup manusia.
Kebutuhan ini disebut juga kebutuhan pokok. Seandainya kebutuhan primer tidak
terpenuhi, maka kelangsungan hidup manusia akan terganggu. Contoh : makan,
minum, dll.
Kebutuhan
Sekunder
Kebutuhan sekunder merupakan jenis kebutuhan yang
diperlukan setelah semua kebutuhan primer/pokok telah terpenuhi dengan baik.
Kebutuhan sekunder bersifat penunjang bagi kebutuhan primer. Contohnya antara
lain : Radio, perabotan rumah tangga, tas, alat tulis, dll
Peranan IPTEK Terhadap Ekonomi, Sosial, dan Budaya :
Bidang
Ekonomi
Dampak positif :
·
Pertumbuhan Ekonomi yang semakin tinggi.
·
Terjadinya Industrialisasi.
·
Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
·
Persaingan dalam dunia kerja, akan menuntut pekerja
untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.
·
Mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditri.
Dampak negatif :
·
Terbukanya pasar bebas, memungkinkan produk luar
negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk luar negeri yang masuk dan
dengan harga yang lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan kita terhadap
produk dalam negeri.
·
Terjadinya pengangguran bagi individu yang tidak
memiliki skill dan kualifikasi sesuai dengan yang dibutuhkan.
·
Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat
pada era globalisasi akan melahirkan generasi yang secara moral mengalami
kemerosotan. Misalnya : konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang
bermental “instant”.
·
Apabila tidak update dengan IPTEK yang semakin maju,
kita akan dipermainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang
sangat ahli dibidangnya (misalnya : hacker)
Bidang
Sosial
Kehidupan sosial dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.
Kebutuhan manusia akan pangan sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dalam
bidang pertanian. Sedangkan, kebutuhan akan komunikasi dipengaruhi oleh
teknologinya, seperti media cetak, media elektronik selain untuk berkomunikasi,
juga dapat memperluas wawasan.
Bidang Budaya
Tergantung pada diri masyarakatnya sendiri. Masyarakat
harus selektif dan dapat bersifat kritis terhadap perkembangan IPTEK yang
semakin pesat. Hendaknya kita menggunakan teknologi tersebut seperlunya dan
sepentingnya kita saja, jangan karena teknologi semua menjadi terlupakan, baik
itu waktu, kewajiban beribadah, sosialisasi di masyarakat sekitar, dll.
Analisis Saya :
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Dengan
adanya IPTEK dikehidupan manusia yang modern ini, dapat membantu dan
mempermudah aktifitas-aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. Namun,
dengan adanya IPTEK ini memunculkan dampak-dampak negatif dan positifnya.
Dampak positifnya pasti sudah kita ketahui. Sedangkan dampak negatifnya yaitu,
membuat manusia menjadi malas dan inginnya serba instant atau cepat saji, lunturnya bahkan hilangnya budaya asli
bangsa, membuat manusia menajdi individualis, dll.
Terima kasih untuk :
0 komentar:
Posting Komentar