Judul
Jurnal : Sharpen Your Pencils: Preliminary Evidence that Adult Coloring
Reduces
Depressive Symptoms and Anxiety
(Pertajam Pensil Anda: Bukti Awal
Bahwa Mewarnai pada Dewasa
Dapat
Mengurangi
Gejala Depresi dan Kecemasan)
Penulis :
Jayde A. M Flett, Celia Lie, Benjamin C Riordan, Laura M Thompson, Tamlin
S Conner, dan Harlene Hayne
Dari :
Universitas Otago
Volume : 29
Halaman : 409-416
Tahun :
2017
Reviewer : Eko Safitri
ABSTRAK
Buku mewarnai untuk dewasa telah membanjiri pasar dengan judul yang menyinggung nilai
terapeutik, namun tidak jelas apakah mereka memenuhi janji itu. Di sini, kami
menguji apakah mewarnai pada dewasa berkaitan dengan peningkatan hasil
psikologis. Mahasiswa perempuan (n = 104) secara acak ditugaskan untuk
intervensi mewarnai atau
logika-puzzle sebagai kelompok kontrol. Peserta menyelesaikan inventarisasi tindakan psikologis
(gejala depresi, stres, kecemasan, perkembangan, resiliensi, kesadaran atau perhatian
penuh) dan kemudian berpartisipasi dalam intervensi satu minggu baik mewarnai
harian maupun logika-puzzle. Setelah
intervensi tersebut, peserta kembali menyelesaikan inventarisasi tindakan
psikologis. Peserta yang mewarnai menunjukkan tingkat gejala depresi dan
kecemasan yang jauh lebih rendah setelah intervensi, namun peserta kontrol
tidak. Kami menyimpulkan bahwa mewarnai harian dapat memperbaiki beberapa hasil
psikologis negatif dan memungkinkan alat bantu mandiri yang efektif, murah, dan
mudah diakses untuk sampel nonklinis.
METODE
1.
Partisipan
Kami menguji sampel
sebanyak 115 wanita berusia antara 18
dan 38 tahun (M = 19,73 tahun, SD = 2,29 tahun) dari Universitas Otago. Sampel
ini memberikan daya 80% untuk mendeteksi efek medium (d = .55) pada p <.05. Peserta
direkrut sampai akhir semester akademik melalui kolam partisipasi penelitian
psikologi online Department of Psychology atau melalui e-mail dari database
peserta penelitian sebelumnya (n = 8). Peserta yang memenuhi kriteria inklusi
(n = 104; dibahas di bawah ini) sebagian besar berasal dari Selandia Baru Eropa
(75%; 10,6% Asia; 7,7% Māori atau Kepulauan Pasifik; 6,7% lainnya) yang umumnya
mencerminkan komunitas universitas yang lebih luas. Peserta diperbolehkan untuk
menerapkan keikutsertaan mereka dalam studi ini ke
komponen
kecil kelas psikologi pengantar mereka (n = 96)
atau mereka dimasukkan ke dalam undian tunai $ 50 (n = 8). Penelitian ini
disetujui oleh Psychology Department Ethics
Committee (D15 / 289).
2.
Materials
Untuk meminimalkan perbedaan karakteristik permintaan antara kegiatan
eksperimen dan kontrol, masing-masing peserta diberi satu dari dua buklet
berjudul, Activities for Stress Reduction, yang berisi 10 gambar atau puzzle dan
paket alat tulis termasuk pensil. Peserta dalam kelompok kontrol menyelesaikan
aktivitas puzzle sehari-hari; puzzle dikenal sebagai kegiatan rekreasi umum
yang harus memakan waktu, energi, dan gerakan tubuh yang sama seperti mewarnai.
Sepuluh kegiatan diberikan untuk intervensi tujuh hari jika peserta
menyelesaikan lebih dari satu gambar atau puzzle
dalam
waktu 10 menit per hari.
a.
Mewarnai
Didalam buklet mewarnai, ada bermacam-macam halaman
pewarnaan kompleks yang asli, termasuk gambar
gaya melilit, motif binatang dan alam, dan mandala. Buklet mewarnai disertai dengan
rautan pensil dan 12 bungkus pensil berwarna setengah ukuran (warna termasuk
merah, orens, kuning, peach, pink, ungu, biru muda, biru tua, hijau muda, hijau
tua, coklat, dan hitam).
b.
Logika Puzzle
Didalam buklet logika
puzzle, ada bermacam-macam puzzle termasuk logika
puzzle,
Sudoku, pencarian kata, dan pencarian kata terbalik. Buklet logika puzzle itu
disertai dengan rautan pensil, pensil Faber-Castell 2.5HB ukuran penuh, dan
penghapus baru yang kecil.
MEASURES
1.
Kepatuhan terhadap Aktifitas
Kepatuhan setiap hari dinilai melalui survei harian online yang
dikirim langsung sebagai hyperlink ke ponsel peserta pada pukul 7 malam, setiap hari, selama 7 hari.
Peserta ditanya apakah mereka telah menyelesaikan sesi dalam buku kegiatan
mereka hari ini (ya/tidak) dan kemarin (ya/tidak), jika mereka menyelesaikan
kegiatan setelah jam 7 malam hari sebelumnya. Pertanyaan ini tertanam dalam
sejumlah tindakan kesehatan harian yang tidak dilaporkan lebih lanjut dalam
artikel ini. Kami menciptakan keseluruhan ukuran kepatuhan aktivitas sebagai penjumlahan (dari 0 sampai 7
hari selesai).
2.
Pre dan Post Intervensi Pengukuran Psikologis
a.
Depressive
Symptoms
Gejala
depresi diukur dengan menggunakan Center for Epidemiological Studies Depression
Scale (CES-D; Radloff, 1977). Kuesioner dengan
20
item ini menilai bagaimana peserta "merasa dan berperilaku" selama
dua minggu sebelumnya yang diberi nilai dalam
skala dari 0 (jarang atau tidak ada satu kali pun [<1 hari]) menjadi 3
(paling banyak atau hampir sepanjang waktu [5- 7 hari]), misalnya "Saya
terganggu oleh hal-hal yang biasanya tidak mengganggu saya". Item dijumlahkan untuk menghasilkan skor keseluruhan
berkisar antara 0 sampai 60, dengan skor yang lebih tinggi menunjukkan
pengalaman gejala depresi yang lebih besar. Cronbach's α = 0,90 dan 0,91 pada
pre dan postintervensi masing-masing.
b.
Stress
Dirasakan
stres diukur dengan menggunakan 10 item Perceived Stress Scale (Cohen &
Williamson, 1988). Peserta menunjukkan seberapa sering mereka mengalami 10
pernyataan (misalnya, pada bulan lalu, seberapa sering Anda merasa yakin dengan
kemampuan Anda menangani masalah pribadi Anda?) Menggunakan skala likert dari 0
(tidak pernah) sampai 4 (sangat sering). Tanggapan peserta dijumlahkan di atas
10 item untuk mendapatkan skor stres
keseluruhan yang dirasakan setiap peserta, mulai dari 0
sampai 40. Skor yang lebih tinggi menunjukkan tingkat stres yang dirasakan
secara keseluruhan. Cronbach's α = .87 pada pre dan postintervensi
masing-masing.
c.
Anxiety
Kecemasan
diukur dengan menggunakan tujuh item Hospital
Anxiety
dan Depression scale -Anxiety Subscale (Zigmond & Snaith, 1983). Peserta
menunjukkan berapa banyak yang mereka setujui dengan 7 pernyataan selama
seminggu terakhir (mis., Saya merasa tegang atau 'berakhir') menggunakan skala
likert dari 0 (misalnya, tidak sama sekali) sampai 3 (misalnya, sebagian besar waktu). Tanggapan peserta dijumlahkan di
atas 7 item untuk mendapatkan skor keseluruhan kecemasan
untuk
setiap peserta, mulai dari 0 sampai 21. Skor
yang lebih tinggi menunjukkan tingkat kecemasan keseluruhan yang lebih tinggi.
Cronbach's α = 0,80 dan 0,82 pada pre dan postintervensi masing-masing.
d.
Resilience
Resiliensi
diukur dengan menggunakan enam item, Brief
Resilience Scale (Smith et al., 2008). Peserta menunjukkan seberapa banyak mereka menyetujui
enam pernyataan (misalnya, saya cenderung bangkit kembali dengan cepat setelah
masa sulit) menggunakan skala likert dari 1 (sangat tidak setuju) sampai 5
(sangat setuju). Tanggapan peserta rata-rata di atas enam item untuk
mendapatkan skor keseluruhan resiliensi untuk setiap
peserta mulai dari 1 sampai 5. Skor yang lebih tinggi menunjukkan tingkat
resiliensi keseluruhan yang lebih tinggi. Cronbach's α = .92 dan .89 pada pre
dan postintervensi masing-masing.
e.
Flourishing
Perkembangan diukur dengan menggunakan delapan
item Flourishing Scale (Diener et al., 2010), ukuran pencapaian
yang dirasakan di bidang-bidang seperti hubungan, harga diri, tujuan, dan
optimisme yang umum digunakan sebagai proxy untuk kesejahteraan psikologis
secara keseluruhan. Peserta menunjukkan berapa banyak yang mereka setujui
dengan delapan pernyataan (misalnya, saya menjalani kehidupan yang penuh makna
dan bermakna) dengan menggunakan skala likert dari 1 (sangat tidak setuju)
sampai 7 (sangat setuju). Tanggapan peserta dijumlahkan di atas delapan item
untuk mendapatkan skor keseluruhan perkembangan untuk setiap
peserta yang berkisar antara 8 sampai 56. Skor yang lebih tinggi menunjukkan
tingkat keseluruhan sumber daya psikologis dan kekuatan psikologis yang lebih
tinggi. Cronbach's α = .91 dan .92 pada pre dan postintervensi masing-masing.
f.
Mindfulness
Kesadaran
atau perhatian penuh
diukur menggunakan 12 item Cognitive Affective Mindfulness Scale–Revised (Feldman, Hayes,
Kumar,
Greeson, & Laurenceau, 2007). Peserta ditunjukkan berapa banyak setiap pernyataan (mis, mudah bagi saya berkonsentrasi pada apa yang saya lakukan) yang diterapkan
pada mereka menggunakan Skala Likert dari 1 (jarang / tidak sama sekali) sampai
4 (hampir selalu). Tanggapan peserta
dijumlahkan dari 12 item dan didapatkan nilai mindfulness keseluruhan untuk setiap
peserta mulai dari 12 sampai 48. Skor
yang lebih tinggi menunjukkan tingkat keseluruhan
kesadaran
atau perhatian penuh yang lebih tinggi. Cronbach's α = 0,82 pada pre dan postintervensi masing-masing.
3.
Prosedur
Prosedur
ini terdiri dari uji coba terkontrol
acak selama tujuh hari yang singkat. Mengikuti penjelasan dan persetujuan, para peserta
menyelesaikan survei preintervensi
online terhadap informasi demografi dasar, gejala depresi, stres, kecemasan, resiliensi, perkembangan, dan kesadaran
atau perhatian penuh di laboratorium
(Waktu 1). Mulai hari yang
sama, mereka memulai percobaan selama tujuh hari
dengan aktivitas
yang ditugaskan secara acak (mewarnai n = 54; atau logika
puzzle n = 50) selama kehidupan
sehari-hari mereka. Selama
intervensi,
peserta diminta untuk melengkapi survei online singkat harian (dikirim melalui SMS) dari kepatuhan terhadap aktivitas, kesehatan mental, stres, kesadaran
atau perhatian
penuh, dan perkembangan. Peserta juga
diminta untuk melengkapi indeks mood secara singkat dan secara online
setelah
setiap aktivitas mewarnai atau puzzle, bagaimanapun, untuk keperluan artikel ini, kami hanya melaporkan kepatuhan terhadap aktivitas. Setelah uji coba
selama tujuh hari, para peserta menyelesaikan
sebuah
survei postintervensi online yang dikirim ke
alamat e-mail mereka (Waktu 2). Survei
ini identik dengan yang mereka
selesaikan pada Waktu 1 (tidak termasuk
pertanyaan
demografi). Semua peserta diberi tahu tentang sifat dari penelitian melalui e-mail setelah menyelesaikan survei mereka pada waktu 2.
Dari
115 peserta yang direkrut untuk mengambil bagian dalam
penelitian ini, 104 peserta
memenuhi persyaratan minimum untuk
disertakan dalam analisis (setelah menyelesaikan setidaknya 3 hari kegiatan dan survei pre dan post intervensi). Kriteria ini dianggap tepat karena peserta
termasuk
dalam menyelesaikan studi,
rata-rata
6,04 dari 7 survei smartphone setiap hari (SD = 0,99; kisaran 3-7, kepatuhan tingkat 86%). Peserta melaporkan kepatuhan aktivitas yang
tinggi secara keseluruhan,
menyelesaikan setidaknya 10 menit dari aktivitas
mereka yang ditugaskan pada 6,05 dari 7 hari (SD = 1,03; kisaran 3-7; kepatuhan terhadap aktivitas tidak berbeda secara signifikan
antara kelompok mewarnai dan kelompok puzzle, t (102) = 1,23, p = 0,2230). Peserta yang dikecualikan dari penelitian ini tidak
berbeda dalam hal demografi atau
tindakan pre intervensi.
4.
Hasil
Meski usianya tidak berbeda di kedua kelompok (F (1,102) = 0,07, p = 0,7971), etnisitas (χ2 (1, n =
104) = 4,52, p = .0335) dan perhatian dasar
dilakukan (F(1, 102) = 6.34, p = .0133). Apalagi semua
variabelnya sangat kuat berkorelasi dengan diri
mereka sendiri dari waktu ke waktu (rs berkisar
antara 0,70 untuk .84).
Statistik deskriptif dan uji beda dalam subjek
untuk semua variabel psikologis sebelum dan sesudah
intervensi untuk kelompok
mewarnai dan untuk kelompok puzzle ditunjukkan pada tabel 1 dan 2
masing-masing. Seperti dirunjukkan pada tabel 1, peserta dalam kelompok
mewarnai menunjukkan
penurunan gejala depresi yang signifikan t(53) = 2.75, p =
.0082, d = .32, 95% CI [.70, 4.45];
dirasakan stres, t(53) = 2.23, p = .0302, d
= .19, 95% CI [.11,2.15]; dan kecemasan, t(53) = 3.07, p =
.0034, d = .28, 95%
CI[.37, 1.75]; dan meningkat dalam kesadaran, t(53) = 2.35, p = .0227, d = .21,
95% CI [−2.09, -.16]; mengikuti intervensi, tapi mereka tidak menunjukkan
perbaikan resiliensi,
t(53) = 1.54, p = .1301, d = .14, 95% CI [−.26, .03];
atau perkembangan, t(53) = 0.36, p = .7181, d =
.03, 95% CI [−.75,1.09]. Saat
menerapkan koreksi Bonferroni yang lebih konservatif dari p < .0083
(.05/6
tests), hanya pengurangan gejala depresi dan kecemasan yang tetap signifikan secara statistik.
Sebaliknya, seperti
ditunjukkan pada tabel 2, peserta kelompok puzzle tidak menunjukkan perubahan
signifikan pada hasil psikologis, kecuali peningkatan kesadaran setelah
intervensi, t(49) = 2.78, p =
.008, d = .25, 95% CI [−2.34,−.38], yang tetap
signifikan secara statistik setelah menerapkankoreksi
Bonferroni dari p <
.0083.
Analisis kovarians (ANCOVA) menunjukkan
perbedaan yang serupa dalam perubahan antara kedua
kelompok. Etnisitas dan skor
dasar masing-masing dimasukkan sebagai kovariat untuk setiap hasil
post intervensi,
dengan kelompok (mewarnai dan puzzle) sebagai variabel independen. Hasil
ANCOVA
menunjukkan dengan mengikuti intervensi tersebut, peserta dalam kelompok
mewarnai
mengalami gejala depresi secara signifikan lebih sedikit F(1,100) =
6.00, p = .0160, ηp2 = .057;
dirasakan stres F(1,100) = 4.10, p = .0456, ηp2 =
.039; dan kecemasan F(1,100) = 4.58, p = .0348,
ηp2 = .044, daripada mereka
yang berada dalam kelompok puzzle saat mengendalikan nilai etnis
dan nilai
awal. Namun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik saat menerapkan
koreksi
Bonferroni yang lebih konservatif dari p < .0083. Hasil ANCOVA lebih
lanjut menunjukkan tidak
ada perbedaan antara kelompok mewarnai dan puzzle
setelah intervensi resiliensi, F(1,100) = .09, p
= .7708, ηp2 = .001;
perkembangan, F(1,100) = .37, p = .5438, ηp2 = .544; atau kesadaran penuh,
F(1,100) = .05, p = .8310, ηp2 < .001, saat mengendalikan nilai etnisitas
dan nilai awal.
Kelebihan Penelitian :
Dengan penelitian ini pembaca menjadi tahu bahwa kegiatan mewarnai pada usia dewasa dapat
mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan terapi secara mandiri,
jika seseorang sedang berada dalam gejala depresi dan cemas. Dengan mewarnai, diharapkan bisa
mengurangi atau meredam gejala depresi dan kecemasan.
Kekurangan penelitian :
Pada penelitian ini terlalu banyak yang diukur, namun untuk hasil yang paling signifikan adalah dapatmengurangi gejala depresi dan kecemasan.