Eko
Safitri
12515159
Bab 6 Geografi dalam
Kehidupan Manusia
Pendahuluan
Geografi adalah
ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan, dan perbedaan (variasi)
keruangan atas fenomena fisik, dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani
yaitu gêo (Bumi), dan graphein (tulisan atau menjelaskan). Bumi terdiri dari
lautan dan daratan. Dilautan maupun didaratan banyak makhluk hidup yang
menghuni.
Penyebarab
Makhluk Hidup
Ilmu yang mempelajari tentang
penyebaran organisme di muka bumi disebut Biogeografi. Organisme yang
dipelajari mencakup organisme yang masih hidup dan organisme yang sudah punah.
Dalam biogeografi dipelajari
bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya melintasi
berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor penghalang ini menjadi pengendali
penyebaran organisme. Faktor penghalang yang utama adalah iklim dan topografi.
Selain itu, faktor penghalang reproduksi dan endemisme menjadi pengendali
penyebaran organisme.
Studi tentang penyebaran spesies menunjukkan bahwa spesies-spesies berasal dari suatu tempat,
namun selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut kemudian
mengadakan diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok terhadap
daerah yang ditempatinya.
Akibat dari hal tersebut, di permukaan bumi ini terbentuk kelompok-kelompok hewan
dan tumbuhan yang menempati daerah yang berbeda-beda. Luas daerah yang dapat ditempati
tumbuhan maupun hewan berkaitan dengan kesempatan dan kemampuan mengadakan penyebaran. Ilmu yang mempelajari peyebaran hewan di
permukaan bumi disebut Zoogeografi.
Penyebaran hewan berdasarkan luas cakupannya dapat dibedakan menjadi cakupan
geografis, cakupan geologis, dan cakupan ekologis. Cakupan geografis
yaitu daerah penyebarannya meliputi daratan dan sistem perairan. Cakupan
geologis, yaitu keadaan daratan dan lautan di masa lampau. Cakupan
ekologis adalah daerah penyebarannya dengan kondisi lingkungan yang sesuai.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Penyebaran Makhluk Hidup :
Lingkungan, dibagi menjadi 2 faktor, yaitu
;
1.
Faktor Abiotik(Mati)
a.
Iklim
Faktor iklim termasuk di dalamnya keadaan suhu,
kelembaban udara dan angin sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap
makhluk di dunia. Faktor suhu
dan udara berpengaruh terhadap
berlangsungnya proses pertumbuhan fisik tumbuhan. Sinar matahari sangat
diperlukan bagi tumbuhan hijau untuk proses fotosintesis. Kelembaban udara
berpengaruh pula terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan. Sedangkan angin berguna
untuk proses penyerbukan. Iklim yang berbeda-beda pada suatu wilayah
menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda. Contohnya : Tanaman di
daerah tropis; banyak jenisnya, subur dan selalu hijau sepanjang tahun, karena bermodalkan curah hujan yang tinggi dan cukup
sinar matahari. Berbeda dengan tanaman yang berada di daerah tundra.
b.
Keadaan tanah
Perbedaaan
jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur serta jumlah zat mineral yang
terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman yang tumbuh. Keadaan tekstur
tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh
terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Di daerah tropis
akan hidup berbagai jenis tumbuhan, sedangkan di daerah gurun atau bersalju
hanya akan hidup tumbuhan tertentu. Tumbuhan kaktus salah satu tumbuhan yang
mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di gurun pasir.
Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan
yang dapat hidup di suatu wilayah. Contohnya: di Nusa Tenggara, jenis hutannya adalah Sabana karena
tanahnya yang kurang subur.
c.
Air
Air mempunyai peranan yang
penting bagi pertumbuhan tumbuhan, karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang
diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah
hujan dan curah hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan.
Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu
tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah.
Jenis flora di suatu wilayah sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di
wilayah tersebut. Flora di daerah yang kurang curah hujannya keanekaragaman tumbuhannya
kurang dibandingkan dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya.
Contohnya: di daerah gurun, hanya sedikit tumbuhan yang dapat hidup, contohnya
adalah pohon Kaktus dan tanaman semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak
hutan lebat, pohonnya tinggi-tingi dan daunnya selalu hijau.
d.
Tinggi Rendah Permukaan Bumi
Permukaan
bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti pegunungan, dataran rendah,
perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan tinggi-rendah permukaan bumi
mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi suhu udara mempengaruhi
keanekaragaman tumbuhan. Hutan yang terdapat di daerah pegunungan banyak
dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Faktor ketinggian permukaan bumi umumnya
dilihat dari ketinggiannya dari permukaan laut . Semakin tinggi suatu daerah
semakin dingin suhu di daerah tersebut. Demikian juga sebaliknya bila lebih
rendah berarti suhu udara di daerah tersebut lebih panas. Oleh sebab itu, ketinggian permukaan bumi besar
pengaruhnya terhadap jenis dan persebaran tumbuhan. Daerah yang suhu udaranya
lembab dan basah di daerah tropis, tanamannya lebih subur dari pada daerah yang
suhunya panas dan kering.
2.
Faktor Biotik (Hidup)
a.
Makhluk
hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam persebaran
tumbuhan. Terutama manusia dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya dapat
melakukan persebaran tumbuhan dengan cepat dan mudah. Hutan kota merupakan
jenis hutan yang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biotik, terutama manusia.
Manusia juga mampu mempengaruhi kehidupan fauna di suatu tempat dengan
melakukan perlindungan atau perburuan binatang. Hal ini menunjukan, bahwa faktor manusia berpengaruh
terhadap kehidupan flora dan fauna di dunia ini. Contohnya: daerah hutan diubah
menjadi daerah pertanian, perkebunan, atau perumahan dengan melakukan penebangan secara reboisasi atau pemupukan.
Selain itu faktor hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan
flora. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah
yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga
mempengaruhi kehidupan faunanya. hewan juga memiliki peranan terhadap
penyebaran tumbuhan flora. Contohnya: serangga dalam proses penyerbukan,
kelelawar, burung, tupai membantu dalam penyebaran biji tumbuhan. Peranan
faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur
memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga
mempengaruhi kehidupan faunanya.
Pembagian Wilayah
Berdasarkan Iklim
1.
Daerah Tropis
Daerah
tropis terletak di sepanjuang khatulistiwa antara 23,5 derajat Lintang Utara
(LU) dan 23,5 derajat Lintang Selatan (LS), dan beriklim panas.
Ciri-ciri daerah tropis adalah :
- Matahari bersinar sepanjang tahun.
- Perubahan suhu sangat kecil (amplitudonya kecil).
- Curah hujan tinggi, merata sepanjang tahun antara 200 -
225 cm per tahun.
- Pohon-pohonnya besar dan tinggi, bisa mencapai 20 - 40
meter dan membentuk kanopi.
- Tanah di bawahnya hampir tidak terkena sinar matahari,
yang menyebabkan tanaman merambat atau menjalar ke atas.
- Tanaman perdu masih bisa hidup dalam kanopi tanaman
besar, sehingga terciptalah tingkatan kehidupan.
Di pedalaman
daerah tropis terdapat beberapa padang/gurun pasir yang kondisinya berbeda jauh
dengan lingkungan hutan tropis.
Ciri-ciri daerah padang/gurun pasir adalah :
- Perubahan suhunya sangat besar, pada siang hari
suhu bisa mencapai 50 derajat Celcius, sebaliknya pada malam hari suhu dapat
mencapai 0 derajat Celcius.
- Curah hujan sangat rendah, sekitar 25 cm per tahun.
- Kelembaban udara sangat rendah, sedangkan penguapan air
(evaporasi sangat tinggi, sehingga mengakibatkan tanah nya menjadi tandus
).
2.
Daerah
Subtropis
Daerah
subtropis terletak di daerah antara 23,5 derajat - 66,5 derajat Lintang Utara
(LU) dan 23,5 derajat - 66,5 derajat Lintang Selatan (LS) dan beriklim sedang.
Di daerah subtropis mengalami 4 musim, yaitu :
a. Musim
panas (summer)
b.
Musim gugur (autumn)
c.
Musim dingin (winter)
d.
Musim semi (spring)
Daerah subtropis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- Curah hujan sepanjang tahun antara 75 - 100 cm per
tahun.
- Memiliki 4 musim.
- Hutannya merupakan luruh. Gugurnya daun pohonan hutan
merupakan persiapan akan datangnya musim dingin, dan bersemi kembali setelah
musim dingin selesai.
- Adanya salju saat musim dingin.
- Jumlah spesies tumbuhan lebih sedikit dibandingkan
daerah tropis, pepohonan tinggi, jarak antar pohon satu dengan yang lain tidak
rapat, sehingga tidak ada tanaman perdu di bawahnya.
Di daerah
tengah benua terdapat padang rumput, karena curah hujannya sedikit, maka sulit
bagi pohon untuk hidup dengan baik.
3.
Daerah Kutub
Daerah kutub
terletak antara 66,5 derajat - 90 derajat Lintang Utara (LU) dan 66,5 derajat -
90 derajat Lintang Selatan (LS). Pada musim panas, matahari bersinar lebih dari
12 jam sehari, sehingga malam menjadi lebih singkat, sebaliknya pada musim
dingin matahari bersinar kurang dari 12 jam, sehingga malam menjadi lebih lama.
Bioma yang khas di daerah beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya
terdiri dari satu jenis spesies (hutan homogen).
Ciri-ciri ekosistem daerah kutub adalah :
- Perbedaan suhu dalam musim panas dan musim dingin
sangat mencolok.
- Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas antara 3 -
6 bulan.
- Pohon khasnya konifer, sedangkan hewan yang hidup di
kawasan tiaga adalah moose, beruang hitam,
ajak, dan lain-lain.
- Burung-burung beremigrasi di musim gugur - dingin.
Lebih ke
utara di belahan bumi utara terdapat tundra, lokasinya di sekitar kutub
sehingga iklimnya disebut juga iklim kutub.
Ciri-cirinya
adalah :
-
Perbedaan siang dan malam pada musim panas dan musim
dingin sangat besar.
- Dalam musim panas, tumbuh-tumbuhan membuat persediaan
makanan untuk satu tahun. Tumbuhan musim berbunga serempak, sehingga padang
rumput dipenuhi oleh berbagai jenis hewan.
- Hewan khasnya adalah rendeer, musk oxen, dan beruang
putih. Guna melindungi dirinya, hewan daerah kutub akan merubah bulunya menjadi
gelap pada waktu musim panas, dan berwarna putih pada saat musim dingin.
Pembagian Wilayah Untuk Penyebaran
Fauna
Berdasarkan
perbedaan iklim di dunia, dunia di bagi atas 6 daerah hewan atau
fauna regions, yaitu :
1.
Daerah Oriental
Daerah oriental
mencakup daerah Asia Selatan, Asia Tenggara, Indonesia bagian barat, dan
sebagian sebelah utara pegunungan Himalaya. Jenis hewan yang ada di daerah
oriental di antaranya adalah gajah, harimau, kerbau, tapir, dan
kera.
2.
Daerah Australia
Daerah Australia mencakup daerah Indonesia bagian
timur, Australia serta pulau-pulau sekelilingnya. Jenis hewan yang ada di
daerah Australia di antaranya adalah kangguru, kucing, koala, tupai terbang,
wombat, dan bandicot.
3.
Daerah Palaearctic
Daerah palaearctic mencakup daerah Asia Utara dan
Eropa. Jenis Hewan yang ada di daerah palaearctic di antaranya adalah reideer,
beruang, bison, kambing bertanduk besar, keledai liar, kucing kutub, dan
hedgehog.
4.
Daerah Ethiopian
Daerah
ethiopian mencakup benua Afrika. Hewan yang ada di daerah Ethiopian di
antaranya adalah singa, gajah, jerapah, kuda nil, dan gorila.
5.
Daerah Neotropical
Daerah neotropical mencakup Amerika Selatan. Hewan
yang ada di daerah neotropical di antaranya adalah monyet, binatang
pemakan semut, capybara, sloth, dan kinkojou.
6.
Daerah Neartic
Daerah neartic mencakup Amerika Utara. Hewan yang ada
di daerah neartic di antaranya adalah bison, kijang, caribau (sejenis kijang),
kucing gunung, dan muskhok.
Analisis penulis tentang bab ini:
Pada mulanya dunia merupakan satu kesatuan atau satu wilayah. Karena adanya
pergeseran bumi, maka benua menjadi terpisah-pisah serta membentuk
kehidupan-kehidupan yang baru. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya persebaran
makhluk hidup dimuka bumi ini ada faktor biotik dan abiotik. Persebaran makhluk
hidup dimuka bumi ini tidak merata.
Terimakasih untuk :