Minggu, 17 April 2016

Puisi Entah

Entah
Oleh : Eko Safitri

Warna yang pernah kulihat nyata,
Ternyata kini hanya nostalgia
Terlewati sudah,,,
Masa-masa bahagia, yang pernah ada

Terimakasih untuk ucapan perpisahan
Terimakasih sudah membuat hati ini tersayat
Semoga takkan lagi, diri ini menemui luka dalam tawa
Semoga dirimu bahagia dengan kisah baru yang nyata
Salam dari diriku untuk dirimu yang berdusta,,,

Puisi Syair

Syair
Oleh : Eko Safitri

Maaf, berjuta syairmu belum sempat aku baca
Dia masih berada diantara buku-buku kuno nan usang
Bila syairmu ku baca nanti,
Pasti aku akan jatuh cinta kembali padamu
Entah dengan apa kau membuatnya,
Syairmu begitu terlihat indah, seindah gaun sutra
Aku yakin wanita yang membaca syairmu pasti akan jatuh cinta, Padamu...
Sama...
Sepertiku...

Puisi Rindu yang Tak Bertuan

Rindu yang Tak Bertuan
Oleh : Eko Safitri

Rindu ini selalu menggelitik hatiku...
Mengganggu setiap detikku...
Menerpa setiap hembusan nafasku...
Terlalu sering, bahkan kecanduan...
Rindu ini mendatangiku...

Entah dari mana rindu ini selalu membuntutiku...
Tak lelahkah dirimu selalu menggangguku...
Ooh rindu...
Bertuankah dirimu?
Jika tidak, mengapa kau selalu membuat diriku resah...

Ooh rupanya aku sudah terperangkap olehmu...
Aku tidak hati-hati dalam merasakanmu...
Aku menyesal...
Rindu...
Kau sesuatu yang tak berwujud...
Kau misterius...
Kau aneh...

Bab 6 Geografi dalam Kehidupan Manusia



Eko Safitri

12515159

Bab 6 Geografi dalam Kehidupan Manusia
Pendahuluan
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan, dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik, dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gêo (Bumi), dan graphein (tulisan atau menjelaskan). Bumi terdiri dari lautan dan daratan. Dilautan maupun didaratan banyak makhluk hidup yang menghuni.

Penyebarab Makhluk Hidup
Ilmu yang mempelajari tentang penyebaran organisme di muka bumi disebut Biogeografi. Organisme yang dipelajari mencakup organisme yang masih hidup dan organisme yang sudah punah.
Dalam biogeografi dipelajari bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya melintasi berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor penghalang ini menjadi pengendali penyebaran organisme. Faktor penghalang yang utama adalah iklim dan topografi. Selain itu, faktor penghalang reproduksi dan endemisme menjadi pengendali penyebaran organisme. Studi tentang penyebaran spesies menunjukkan bahwa spesies-spesies berasal dari suatu tempat, namun selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut kemudian mengadakan diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya. Akibat dari hal tersebut, di permukaan bumi ini terbentuk kelompok-kelompok hewan dan tumbuhan yang menempati daerah yang berbeda-beda. Luas daerah yang dapat ditempati tumbuhan maupun hewan berkaitan dengan kesempatan dan kemampuan mengadakan penyebaran. Ilmu yang mempelajari peyebaran hewan di permukaan bumi disebut Zoogeografi. Penyebaran hewan berdasarkan luas cakupannya dapat dibedakan menjadi cakupan geografis, cakupan geologis, dan cakupan ekologis. Cakupan geografis yaitu daerah penyebarannya meliputi daratan dan sistem perairan. Cakupan geologis, yaitu keadaan daratan dan lautan di masa lampau. Cakupan ekologis adalah daerah penyebarannya dengan kondisi lingkungan yang sesuai.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyebaran Makhluk Hidup :
Lingkungan, dibagi menjadi 2 faktor, yaitu ;
1.     Faktor Abiotik(Mati)
a.         Iklim
Faktor iklim termasuk di dalamnya keadaan suhu, kelembaban udara dan angin sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap makhluk di dunia. Faktor suhu dan udara berpengaruh terhadap berlangsungnya proses pertumbuhan fisik tumbuhan. Sinar matahari sangat diperlukan bagi tumbuhan hijau untuk proses fotosintesis. Kelembaban udara berpengaruh pula terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan. Sedangkan angin berguna untuk proses penyerbukan. Iklim yang berbeda-beda pada suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda. Contohnya : Tanaman di daerah tropis; banyak jenisnya, subur dan selalu hijau sepanjang tahun, karena bermodalkan curah hujan yang tinggi dan cukup sinar matahari. Berbeda dengan tanaman yang berada di daerah tundra.
b.        Keadaan tanah
Perbedaaan jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur serta jumlah zat mineral yang terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman yang tumbuh. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Di daerah tropis akan hidup berbagai jenis tumbuhan, sedangkan di daerah gurun atau bersalju hanya akan hidup tumbuhan tertentu. Tumbuhan kaktus salah satu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di gurun pasir. Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah. Contohnya: di Nusa Tenggara, jenis hutannya adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur.
c.         Air
Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan, karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Jenis flora di suatu wilayah sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di wilayah tersebut. Flora di daerah yang kurang curah hujannya keanekaragaman tumbuhannya kurang dibandingkan dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya. Contohnya: di daerah gurun, hanya sedikit tumbuhan yang dapat hidup, contohnya adalah pohon Kaktus dan tanaman semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak hutan lebat, pohonnya tinggi-tingi dan daunnya selalu hijau.
d.        Tinggi Rendah Permukaan Bumi
Permukaan bumi terdiri dari berbagai macam relief, seperti pegunungan, dataran rendah, perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan tinggi-rendah permukaan bumi mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi suhu udara mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan. Hutan yang terdapat di daerah pegunungan banyak dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Faktor ketinggian permukaan bumi umumnya dilihat dari ketinggiannya dari permukaan laut . Semakin tinggi suatu daerah semakin dingin suhu di daerah tersebut. Demikian juga sebaliknya bila lebih rendah berarti suhu udara di daerah tersebut lebih panas. Oleh sebab itu, ketinggian permukaan bumi besar pengaruhnya terhadap jenis dan persebaran tumbuhan. Daerah yang suhu udaranya lembab dan basah di daerah tropis, tanamannya lebih subur dari pada daerah yang suhunya panas dan kering.
2.    Faktor Biotik (Hidup)
a.       Makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam persebaran tumbuhan. Terutama manusia dengan ilmu dan teknologi yang dimilikinya dapat melakukan persebaran tumbuhan dengan cepat dan mudah. Hutan kota merupakan jenis hutan yang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biotik, terutama manusia. Manusia juga mampu mempengaruhi kehidupan fauna di suatu tempat dengan melakukan perlindungan atau perburuan binatang. Hal ini menunjukan, bahwa faktor manusia berpengaruh terhadap kehidupan flora dan fauna di dunia ini. Contohnya: daerah hutan diubah menjadi daerah pertanian, perkebunan, atau perumahan dengan melakukan penebangan secara reboisasi atau pemupukan.
Selain itu faktor hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya. hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. Contohnya: serangga dalam proses penyerbukan, kelelawar, burung, tupai membantu dalam penyebaran biji tumbuhan. Peranan faktor tumbuh-tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya. 

Pembagian Wilayah Berdasarkan Iklim
1.        Daerah Tropis
Daerah tropis terletak di sepanjuang khatulistiwa antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) dan 23,5 derajat Lintang Selatan (LS), dan beriklim panas.
Ciri-ciri daerah tropis adalah :
-        Matahari bersinar sepanjang tahun.
-        Perubahan suhu sangat kecil (amplitudonya kecil).
-        Curah hujan tinggi, merata sepanjang tahun antara 200 - 225 cm per tahun.
-        Pohon-pohonnya besar dan tinggi, bisa mencapai 20 - 40 meter dan membentuk kanopi.
-       Tanah di bawahnya hampir tidak terkena sinar matahari, yang menyebabkan tanaman merambat atau menjalar ke atas.
-   Tanaman perdu masih bisa hidup dalam kanopi tanaman besar, sehingga terciptalah tingkatan kehidupan.
Di pedalaman daerah tropis terdapat beberapa padang/gurun pasir yang kondisinya berbeda jauh dengan lingkungan hutan tropis.
Ciri-ciri daerah padang/gurun pasir adalah :
-        Perubahan suhunya sangat besar,  pada siang hari suhu bisa mencapai 50 derajat Celcius, sebaliknya pada malam hari suhu dapat mencapai 0 derajat Celcius.
-         Curah hujan sangat rendah, sekitar 25 cm per tahun.
-    Kelembaban udara sangat rendah, sedangkan penguapan air (evaporasi sangat tinggi, sehingga mengakibatkan tanah nya menjadi tandus).

2.      Daerah Subtropis
Daerah subtropis terletak di daerah antara 23,5 derajat - 66,5 derajat Lintang Utara (LU) dan 23,5 derajat - 66,5 derajat Lintang Selatan (LS) dan beriklim sedang. Di daerah subtropis mengalami 4 musim, yaitu :
a.       Musim panas (summer)
b.       Musim gugur (autumn)
c.        Musim dingin (winter)
d.       Musim semi (spring)
Daerah subtropis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
-         Curah hujan sepanjang tahun antara 75 - 100 cm per tahun.
-         Memiliki 4 musim.
-     Hutannya merupakan luruh. Gugurnya daun pohonan hutan merupakan persiapan akan datangnya musim dingin, dan bersemi kembali setelah musim dingin selesai.
-         Adanya salju saat musim dingin.
-     Jumlah spesies tumbuhan lebih sedikit dibandingkan daerah tropis, pepohonan tinggi, jarak antar pohon satu dengan yang lain tidak rapat, sehingga tidak ada tanaman perdu di bawahnya.
Di daerah tengah benua terdapat padang rumput, karena curah hujannya sedikit, maka sulit bagi pohon untuk hidup dengan baik.  

3.      Daerah Kutub
Daerah kutub terletak antara 66,5 derajat - 90 derajat Lintang Utara (LU) dan 66,5 derajat - 90 derajat Lintang Selatan (LS). Pada musim panas, matahari bersinar lebih dari 12 jam sehari, sehingga malam menjadi lebih singkat, sebaliknya pada musim dingin matahari bersinar kurang dari 12 jam, sehingga malam menjadi lebih lama. Bioma yang khas di daerah beriklim dingin adalah hutan taiga yang pohonnya terdiri dari satu jenis spesies (hutan homogen). 

Ciri-ciri ekosistem daerah kutub adalah :
-         Perbedaan suhu dalam musim panas dan musim dingin sangat mencolok.
-         Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas antara 3 - 6 bulan.
-       Pohon khasnya konifer, sedangkan hewan yang hidup di kawasan tiaga adalah moose, beruang hitam,
     ajak, dan lain-lain.
-        Burung-burung beremigrasi di musim gugur - dingin.

Lebih ke utara di belahan bumi utara terdapat tundra, lokasinya di sekitar kutub sehingga iklimnya disebut juga iklim kutub.
Ciri-cirinya adalah :
-          Perbedaan siang dan malam pada musim panas dan musim dingin sangat besar.
-      Dalam musim panas, tumbuh-tumbuhan membuat persediaan makanan untuk satu tahun. Tumbuhan musim berbunga serempak, sehingga padang rumput dipenuhi oleh berbagai jenis hewan.
-      Hewan khasnya adalah rendeer, musk oxen, dan beruang putih. Guna melindungi dirinya, hewan daerah kutub akan merubah bulunya menjadi gelap pada waktu musim panas, dan berwarna putih pada saat musim dingin.

Pembagian Wilayah Untuk Penyebaran Fauna
Berdasarkan perbedaan iklim di dunia, dunia di bagi atas 6 daerah hewan atau fauna regions, yaitu :
1.     Daerah Oriental
Daerah oriental mencakup daerah Asia Selatan, Asia Tenggara, Indonesia bagian barat, dan sebagian sebelah utara pegunungan Himalaya. Jenis hewan yang ada di daerah oriental di antaranya adalah  gajah, harimau, kerbau, tapir, dan kera. 
2.       Daerah Australia
Daerah Australia mencakup daerah Indonesia bagian timur, Australia serta pulau-pulau sekelilingnya. Jenis hewan yang ada di daerah Australia di antaranya adalah kangguru, kucing, koala, tupai terbang, wombat, dan bandicot. 
3.       Daerah Palaearctic
Daerah palaearctic mencakup daerah Asia Utara dan Eropa. Jenis Hewan yang ada di daerah palaearctic di antaranya adalah reideer, beruang, bison, kambing bertanduk besar, keledai liar, kucing kutub, dan hedgehog. 
4.       Daerah Ethiopian
Daerah ethiopian mencakup benua Afrika. Hewan yang ada di daerah Ethiopian di antaranya adalah singa, gajah, jerapah, kuda nil, dan gorila.
5.       Daerah Neotropical
Daerah neotropical mencakup Amerika Selatan. Hewan yang ada di daerah neotropical  di antaranya adalah monyet, binatang pemakan semut, capybara, sloth, dan kinkojou. 
6.       Daerah Neartic
Daerah neartic mencakup Amerika Utara. Hewan yang ada di daerah neartic di antaranya adalah bison, kijang, caribau (sejenis kijang), kucing gunung, dan muskhok.


Analisis penulis tentang bab ini:
Pada mulanya dunia merupakan satu kesatuan atau satu wilayah. Karena adanya pergeseran bumi, maka benua menjadi terpisah-pisah serta membentuk kehidupan-kehidupan yang baru. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya persebaran makhluk hidup dimuka bumi ini ada faktor biotik dan abiotik. Persebaran makhluk hidup dimuka bumi ini tidak merata.


Terimakasih untuk :

Bab 5 Perkembangbiakan Seksual dan Aseksual



Eko Safitri

12515159

Bab 5 Perkembangbiakan Seksual dan Aseksual
Pendahuluan
Didalam kehidupan ini ada dua macam perkembangbiakan, yaitu ada perkembangbiakan secara seksual dan aseksual. Untuk mengetahui pengertian dan perbedaan dari bab ini, mari simak penjelasan dibawah ini.

Yuk kita mulai dari pengertian Perkembangbiakan Seksual. Perkembangbiakan seksual adalah adanya individu baru dengan bersatunya dua sel dalam proses pembuahan. Perkembangbiakan seksual ini biasa disebut juga dengan pembuahan secara generatif.
Ada beberapa macam makhluk hidup yang bereproduksi dengan seksual atau generatif. Manusia termasuk dalam perkembangbiakan secara seksual, serta makhluk hidup lainnya bereproduksi dengan ;

Pada tumbuhan :

1.    Penyerbukan pada Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)



Yaitu menempelnya serbuk sari ke ilang bakal biji (mikrofil), dan terjadi pembuahan tunggal. Alat reproduksinya beruba strobilus jantan dan strobilus betina. Proses penyerbukan gymnospermae berjalan alami, dan umumnya di bantu oleh angin. Contoh dari tumbuhan gymnospermae, yaitu; Melinjo, Pinus, Damar, Pakis Haji, dan Cycas.

2.    Penyerbukan pada Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)
Yaitu menempelnya serbuk sari ke kepala putik dan terjadi pembuahan ganda. Alat perkembangbiakannya berupa bunga, yang meliputi perhiasan bunga dan alat kelamin bunga. Perhiasan bunga berupa; kelopak dan mahkota bunga, sedangkan alat kelamin pada bunga berupa; benang sari (alat perkembangbiakan jantan), dan putik (alat perkembangbiakan betina). Benang sari berada pada lingkaran di luar putik.

    Berdasarkan kelengkapan bunganya :
a.     Bunga lengkap terdiri dari bunga yang memiliki kelopak, mahkota, benang sari dan putik. (Contoh : Bunga Sepatu, Bunga Cabai, Mawar, Melati, Jeruk).
b. Bunga tidak lengkap terdiri dari bunga yang tidak memiliki salah satu, atau beberapa bagian bunga baik perhiasan maupun alat kelamin.
 
Pada hewan :

1.        Aves
Fertilisasi internal dengan kloaka. Semua jenis burung bereproduksi dengan cara bertelur (ovipar). Ada burung yang mengerami telurnya, ada yang menyimpannya dalam lubang-lubang yang ditutupi daun, ada pula yang menyimpan telurnya didalam pasir. Seekor burung sekali musim hanya mampu bertelur beberapa butir saja. Pada burung merpati, sekali musim bertelur mengeluarkan 2 butir telur yang akan menetas menghasilkan burung jantan dan betina. Embrio yang berkembang dalam cangkang mendapat makanan dari cadangan makanan yang tersimpan dalam telur tersebut.
2.        Amfibi
Seperti pada ikan, katak juga bertelur dengan fertilisasi eksternal. Telur yang telah dibuahi akan bergerombol dipermukaan air. Setelah enam hari telur akan menetas menghasilkan berudu atau kecebong. Berudu hidup di dalam air dan bernafas dengan insang. Setelah mengalami metamorfosis selama 1- 3 bulan, ia akan berubah bentuk menjadi katak. Pada umur satu tahun katak telah menjadi dewasa

Sekarang lanjut ke Perkembangbiakan Aseksual ya....:)
Perkembangbiakan Aseksual yaitu perkembangbiakan tanpa adanya peleburan antara sel kelamin jantan dan betina. Perkembangbiakan aseksual ini terbagi menjadi dua, yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan.
1.    Vegetatif alami
a.    Fisi
Terjadi pada organisme bersel satu, organisme ini akan terbelah menjadi dua bagian yang sama. Contohnya; Pembelahan sel bakteri dan plasmodium (repoduksi dengan fisi ganda, inti sel membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi sitoplasma), proses ini disebut skizogoni.
b.    Pembentukan spora
Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi lingkungan baik, maka spora akan berkecambah dan terbentuk individu baru. Contohnya ; jamur, lumut, paku-pakuan.
c.    Pembentukan Tunas
Yaitu berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan membentuk sama seperti induknya dengan ukuran kecil. Kemudian tunas ini dapat di lepas dan apabila di tanam, tumbuh sebagai individu baru. Contohnya ;  Sel Ragi dan Hydra (sejenis coelenterata).
d.   Fragmentasi
Ketika organisme patah, terbelah menjadi dua bagian, dan patahan tersebut dapat tumbuh kembali menjadi individu baru. Fragmentasi ini tergantung pada kemampuan regenerasi, yaitu memperbaiki jaringan atau organ yang telah hilang. contohnya ; Cacing pipih, Algae berbentuk benang.
e.    Propagasi Vegetatif
Diberikan untuk tumbuhan berbiji. Proses ini adalah bila bagian tubuh tanaman terpisah, maka bagian tersebut akan tumbuh menjadi satu/lebih tanaman baru.
-         -  Stolon
Yaitu batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas liar, dan tunas tersebut dapat dijadikan menjadi anakan tanaman. Contoh ; Rumput teki, Rumput gajah, dan Strawberry.
-          - Akar Tinggal/rhizoma 
Yaitu batang yang menjalar di bawah tanah. Dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri rizom adalah adanya daun yang mirip sisik, tunas, ruas, dan antar ruas. Contoh ; kunyit, jahe, lengkuas, dan kencur.
-         -  Tunas tumbuh disekitar pangkal batang
Yaitu tunas yang membentuk rumpun. Contoh ; Pohon Pisang, Pohon Bambu.
-          - Tunas Liar
Yaitu terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru di pinggir daun. Contoh ; Tunas Cocor Bebek.
-          - Umbi Lapis
Yaitu batang pendek yang berada di bawah tanah. Umbi lapis di selubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh ; Bawang Merah)
-          - Umbi Batang 
Yaitu batang yang tumbuh di bawah tanah, digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, maka dari itu kita bisa lihat bentuknya yang besar. Pada umbinya, kita juga dapat melihat tunas-tunas yang juga akan membentuk individu baru. Contoh  ; Kentang.

2.      Vegetatif buatan
1.      Stek
Merupakan penanaman potongan bagian tumbuhan, agar dapat di tumbuhkan menjadi tanaman baru. Terdapat berbagai macam stek, yaitu stek batang, daun, atau akar. Stek batang dapat dilakukan pada tanaman singkong dan tanaman sirih. Stek daun dapat kita lakukan pada tanaman cocor bebek dan begonia, dan stek akar dapat dilakukan pada tanaman sukun.



2.      Cangkok
Adalah suatu reproduksi dengan membuat cabang batang tanaman menjadi berakar. Caranya, sebagian kulit batang di buang, dan di bungkus dengan menggunakan tanah. Setelah di bungkus, ikat bungkusan tersebut dengan rapat. Agar udara dan air dapat masuk, kita dapat memberikan bolongan-bolongan kecil pada bungkusan tersebut.



Pada cabang tanaman yang di cangkok, akan tumbuh akar dan siap di tanam menjadi tanaman baru. Tanaman yang dapat di cangkok haruslah batang yang berkambium. Pencangkokan ini bertujuan untuk menghasilkan tanaman yang sama seperti induknya. Contohnya; tanaman mangga, jambu air dan rambutan. Menurut Rochiman dan Harjadi (1973), hal yang perlu di perhatikan pada saat mencangkok;
-            Waktu mencangkok, sebaiknya dilakukan pada musim hujan, agar tidak perlu melakukan penyiraman yang berulang-ulang.
-          Memilih batang cangkok, pohon induk yang digunakan tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, kuat, sehat, dan subur, serta banyak dan baik buahnya.
-          Pemeliharaan cangkokan, pemeliharaan sudah di anggap cukup, apabila cangkokan tersebut cukup lembab sepanjang waktu.

3.    Merunduk
Adalah teknik perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menundukkan batang tanaman ke tanah dengan harapan akan tumbuh akar. Setelah akar timbul, maka batang sudah dapat di potong dan di pindahkan ke tempat lain. Contoh; dapat di gunakan pada tanaman alamanda.





4.    Tempel (okulasi)
Menempelkan mata tunas suatu tumbuhan pada batang tumbuhan lain. Okulasi ini bertujuan untuk menggabungkan dua tumbuhan yang memiliki sifat berbeda. Dan pada akhirnya akan menghasilkan tumbuhan yang memiliki dua jenis buah atau bunga.


5.    Sambung (Enten)
Adalah menyambungkan dua jaringan tanaman yang hidup, sehingga keduanya bergabung dan tumbuh serta berkembang menjadi satu tanaman gabungan. Menyambung bertujuan untuk menyatukan dua sifat unggul tumbuhan yang berbeda agar menghasilkan kualitas tumbuhan yang terbaik. 

Pada Hewan :
1.      Membelah diri (pembelahan biner), yaitu pembelahan diri dari satu sel menjadi dua sel baru. Misalnya, terjadi pada Protozoa.
2.      Fragmentasi, yaitu pemisahan sebagian sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni sel baru. Misalnya, terjadi pada Volvox.
3.      Sporulasi atau pembentukan spora, misalnya Plasmodium (penyebab malaria) pada fase oosit. Oosit akan membelah dan selanjutnya akan menghasilkan sporozoit.
4.      Pembentuhan tunas, misalnya pada hewan Hydra dan Porifera.
5.      Dengan regenerasi, yaitu sebagian tubuh terpisah dan selanjutnya bagian tadi dapat tumbuh menjadi individu baru yang lengkap. Misalnya pada Planaria dan Bintang Laut.


Analisis penulis tentang bab ini :
Perkembangbiakan yang terjadi pada makhluk hidup bisa terjadi secara seksual maupun aseksual. Banyak sekali macam-macam makhluk hidup yang bereproduksi dengan seksual maupun aseksual. Contoh dari seksual seperti manusia, Kucing, Anjing, dll. Kalau aseksual seperti tumbuhan yang distek, cangkok, merunduk, dll.


Terimakasih untuk :