Eko
Safitri
12515159
Bab
5 Perkembangbiakan Seksual dan Aseksual
Pendahuluan
Didalam
kehidupan ini ada dua macam perkembangbiakan, yaitu ada perkembangbiakan secara
seksual dan aseksual. Untuk mengetahui pengertian dan perbedaan dari bab ini,
mari simak penjelasan dibawah ini.
Yuk kita mulai dari
pengertian Perkembangbiakan Seksual. Perkembangbiakan
seksual adalah adanya individu baru dengan bersatunya dua sel dalam proses
pembuahan. Perkembangbiakan seksual ini biasa disebut juga dengan pembuahan
secara generatif.
Ada
beberapa macam makhluk hidup yang bereproduksi dengan seksual atau generatif.
Manusia termasuk dalam perkembangbiakan secara seksual, serta makhluk hidup
lainnya bereproduksi dengan ;
Pada tumbuhan :
1. Penyerbukan
pada Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)
Yaitu
menempelnya serbuk sari ke ilang bakal biji (mikrofil), dan terjadi pembuahan tunggal. Alat reproduksinya
beruba strobilus jantan dan strobilus betina. Proses
penyerbukan gymnospermae berjalan
alami, dan umumnya di bantu oleh angin. Contoh dari tumbuhan gymnospermae, yaitu; Melinjo, Pinus,
Damar, Pakis Haji, dan Cycas.
2. Penyerbukan
pada Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)
Yaitu
menempelnya serbuk sari ke kepala putik dan terjadi pembuahan ganda. Alat perkembangbiakannya berupa bunga, yang
meliputi perhiasan bunga dan alat kelamin bunga. Perhiasan bunga berupa; kelopak
dan mahkota bunga, sedangkan alat kelamin pada bunga berupa; benang sari (alat
perkembangbiakan jantan), dan putik (alat perkembangbiakan betina). Benang sari
berada pada lingkaran di luar putik.
Berdasarkan kelengkapan bunganya :
a. Bunga lengkap terdiri dari bunga yang memiliki
kelopak, mahkota, benang sari dan putik. (Contoh : Bunga Sepatu, Bunga Cabai,
Mawar, Melati, Jeruk).
b. Bunga tidak lengkap terdiri dari bunga yang tidak
memiliki salah satu, atau beberapa bagian bunga baik perhiasan maupun alat
kelamin.
Pada hewan :
1.
Aves
Fertilisasi
internal dengan kloaka. Semua jenis burung bereproduksi dengan cara bertelur
(ovipar). Ada burung yang mengerami telurnya, ada yang menyimpannya dalam
lubang-lubang yang ditutupi daun, ada pula yang menyimpan telurnya didalam
pasir. Seekor burung sekali musim hanya mampu bertelur beberapa butir saja.
Pada burung merpati, sekali musim bertelur mengeluarkan 2 butir telur yang akan
menetas menghasilkan burung jantan dan betina. Embrio yang berkembang dalam
cangkang mendapat makanan dari cadangan makanan yang tersimpan dalam telur
tersebut.
2.
Amfibi
Seperti pada
ikan, katak juga bertelur dengan fertilisasi eksternal. Telur yang telah
dibuahi akan bergerombol dipermukaan air. Setelah enam hari telur akan menetas
menghasilkan berudu atau kecebong. Berudu hidup di dalam air dan bernafas
dengan insang. Setelah mengalami metamorfosis selama 1- 3 bulan, ia akan
berubah bentuk menjadi katak. Pada umur satu tahun katak telah menjadi dewasa
Sekarang lanjut ke Perkembangbiakan Aseksual ya....:)
Perkembangbiakan
Aseksual yaitu perkembangbiakan tanpa
adanya peleburan antara sel kelamin jantan dan betina. Perkembangbiakan
aseksual ini terbagi menjadi dua, yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan.
1.
Vegetatif alami
a. Fisi
Terjadi pada organisme bersel satu, organisme ini akan
terbelah menjadi dua bagian yang sama. Contohnya; Pembelahan sel bakteri dan plasmodium (repoduksi dengan fisi ganda,
inti sel membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi
sitoplasma), proses ini disebut skizogoni.
b. Pembentukan spora
Dibentuk di dalam tubuh induknya
dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi lingkungan baik, maka spora akan
berkecambah dan terbentuk individu baru. Contohnya ; jamur, lumut, paku-pakuan.
c. Pembentukan Tunas
Yaitu berupa tonjolan kecil yang
akan berkembang dan membentuk sama seperti induknya dengan ukuran kecil.
Kemudian tunas ini dapat di lepas dan apabila di tanam, tumbuh sebagai individu
baru. Contohnya ; Sel Ragi dan Hydra (sejenis coelenterata).
d. Fragmentasi
Ketika organisme patah, terbelah menjadi dua bagian, dan patahan tersebut
dapat tumbuh kembali menjadi individu baru. Fragmentasi ini tergantung pada
kemampuan regenerasi, yaitu memperbaiki jaringan atau organ yang telah
hilang. contohnya ;
Cacing pipih, Algae berbentuk benang.
e. Propagasi Vegetatif
Diberikan untuk tumbuhan berbiji. Proses ini adalah
bila bagian tubuh tanaman terpisah, maka bagian tersebut akan tumbuh menjadi
satu/lebih tanaman baru.
- -
Stolon
Yaitu batang yang menjalar di atas
tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas liar, dan tunas tersebut dapat
dijadikan menjadi anakan tanaman. Contoh
; Rumput teki, Rumput gajah, dan Strawberry.
-
- Akar Tinggal/rhizoma
Yaitu batang yang menjalar di bawah
tanah. Dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri
rizom adalah adanya daun yang mirip sisik, tunas, ruas, dan antar ruas. Contoh ; kunyit, jahe, lengkuas, dan
kencur.
- -
Tunas tumbuh disekitar
pangkal batang
Yaitu tunas yang membentuk
rumpun. Contoh ; Pohon
Pisang, Pohon Bambu.
-
- Tunas Liar
Yaitu terjadi pada tumbuhan yang
daunnya memiliki meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru
di pinggir daun. Contoh ;
Tunas Cocor Bebek.
-
- Umbi Lapis
Yaitu batang pendek yang berada di
bawah tanah. Umbi lapis di selubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh ; Bawang Merah)
-
- Umbi Batang
Yaitu batang yang tumbuh di bawah
tanah, digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, maka dari itu
kita bisa lihat bentuknya yang besar. Pada umbinya, kita juga dapat melihat
tunas-tunas yang juga akan membentuk individu baru. Contoh ;
Kentang.
2.
Vegetatif buatan
1.
Stek
Merupakan penanaman potongan bagian tumbuhan, agar
dapat di tumbuhkan menjadi tanaman baru. Terdapat berbagai macam stek, yaitu stek batang, daun, atau akar. Stek batang dapat dilakukan pada
tanaman singkong dan tanaman sirih. Stek
daun dapat kita lakukan pada tanaman cocor bebek dan begonia, dan stek akar dapat dilakukan pada tanaman
sukun.
2.
Cangkok
Adalah suatu reproduksi dengan membuat cabang batang
tanaman menjadi berakar. Caranya, sebagian kulit batang di buang, dan di
bungkus dengan menggunakan tanah. Setelah di bungkus, ikat bungkusan tersebut
dengan rapat. Agar udara dan air dapat masuk, kita dapat memberikan
bolongan-bolongan kecil pada bungkusan tersebut.
Pada cabang tanaman yang di cangkok,
akan tumbuh akar dan siap di tanam menjadi tanaman baru. Tanaman yang dapat di
cangkok haruslah batang yang berkambium. Pencangkokan ini bertujuan untuk
menghasilkan tanaman yang sama seperti induknya. Contohnya; tanaman mangga,
jambu air dan rambutan. Menurut Rochiman dan Harjadi (1973), hal yang perlu di
perhatikan pada saat mencangkok;
-
Waktu mencangkok, sebaiknya dilakukan pada musim hujan, agar tidak
perlu melakukan penyiraman yang berulang-ulang.
-
Memilih batang cangkok, pohon induk yang digunakan tidak
terlalu tua dan tidak terlalu muda, kuat, sehat, dan subur, serta banyak dan
baik buahnya.
-
Pemeliharaan cangkokan, pemeliharaan sudah di anggap
cukup, apabila cangkokan tersebut cukup lembab sepanjang waktu.
3.
Merunduk
Adalah teknik perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menundukkan
batang tanaman ke tanah dengan harapan akan tumbuh akar. Setelah akar timbul,
maka batang sudah dapat di potong dan di pindahkan ke tempat lain. Contoh;
dapat di gunakan pada tanaman alamanda.
4.
Tempel (okulasi)
Menempelkan mata tunas suatu tumbuhan pada
batang tumbuhan lain. Okulasi ini bertujuan untuk menggabungkan dua tumbuhan
yang memiliki sifat berbeda. Dan pada akhirnya akan menghasilkan tumbuhan yang
memiliki dua jenis buah atau bunga.
5.
Sambung (Enten)
Adalah menyambungkan dua jaringan tanaman yang hidup,
sehingga keduanya bergabung dan tumbuh serta berkembang menjadi satu tanaman
gabungan. Menyambung bertujuan untuk menyatukan dua sifat unggul tumbuhan yang
berbeda agar menghasilkan kualitas tumbuhan yang terbaik.
Pada Hewan :
1. Membelah
diri (pembelahan biner), yaitu pembelahan diri dari satu sel menjadi dua sel
baru. Misalnya, terjadi pada Protozoa.
2. Fragmentasi,
yaitu pemisahan sebagian sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni
sel baru. Misalnya, terjadi pada Volvox.
3. Sporulasi
atau pembentukan spora, misalnya Plasmodium (penyebab malaria) pada fase oosit.
Oosit akan membelah dan selanjutnya akan menghasilkan sporozoit.
4. Pembentuhan
tunas, misalnya pada hewan Hydra dan Porifera.
5. Dengan
regenerasi, yaitu sebagian tubuh terpisah dan selanjutnya bagian tadi dapat
tumbuh menjadi individu baru yang lengkap. Misalnya pada Planaria dan Bintang
Laut.
Analisis penulis tentang bab ini :
Perkembangbiakan yang terjadi pada makhluk hidup bisa
terjadi secara seksual maupun aseksual. Banyak sekali macam-macam makhluk hidup
yang bereproduksi dengan seksual maupun aseksual. Contoh dari seksual seperti
manusia, Kucing, Anjing, dll. Kalau aseksual seperti tumbuhan yang distek,
cangkok, merunduk, dll.
Terimakasih untuk :
0 komentar:
Posting Komentar