Minggu, 17 April 2016

Bab 5 Perkembangbiakan Seksual dan Aseksual



Eko Safitri

12515159

Bab 5 Perkembangbiakan Seksual dan Aseksual
Pendahuluan
Didalam kehidupan ini ada dua macam perkembangbiakan, yaitu ada perkembangbiakan secara seksual dan aseksual. Untuk mengetahui pengertian dan perbedaan dari bab ini, mari simak penjelasan dibawah ini.

Yuk kita mulai dari pengertian Perkembangbiakan Seksual. Perkembangbiakan seksual adalah adanya individu baru dengan bersatunya dua sel dalam proses pembuahan. Perkembangbiakan seksual ini biasa disebut juga dengan pembuahan secara generatif.
Ada beberapa macam makhluk hidup yang bereproduksi dengan seksual atau generatif. Manusia termasuk dalam perkembangbiakan secara seksual, serta makhluk hidup lainnya bereproduksi dengan ;

Pada tumbuhan :

1.    Penyerbukan pada Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)



Yaitu menempelnya serbuk sari ke ilang bakal biji (mikrofil), dan terjadi pembuahan tunggal. Alat reproduksinya beruba strobilus jantan dan strobilus betina. Proses penyerbukan gymnospermae berjalan alami, dan umumnya di bantu oleh angin. Contoh dari tumbuhan gymnospermae, yaitu; Melinjo, Pinus, Damar, Pakis Haji, dan Cycas.

2.    Penyerbukan pada Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)
Yaitu menempelnya serbuk sari ke kepala putik dan terjadi pembuahan ganda. Alat perkembangbiakannya berupa bunga, yang meliputi perhiasan bunga dan alat kelamin bunga. Perhiasan bunga berupa; kelopak dan mahkota bunga, sedangkan alat kelamin pada bunga berupa; benang sari (alat perkembangbiakan jantan), dan putik (alat perkembangbiakan betina). Benang sari berada pada lingkaran di luar putik.

    Berdasarkan kelengkapan bunganya :
a.     Bunga lengkap terdiri dari bunga yang memiliki kelopak, mahkota, benang sari dan putik. (Contoh : Bunga Sepatu, Bunga Cabai, Mawar, Melati, Jeruk).
b. Bunga tidak lengkap terdiri dari bunga yang tidak memiliki salah satu, atau beberapa bagian bunga baik perhiasan maupun alat kelamin.
 
Pada hewan :

1.        Aves
Fertilisasi internal dengan kloaka. Semua jenis burung bereproduksi dengan cara bertelur (ovipar). Ada burung yang mengerami telurnya, ada yang menyimpannya dalam lubang-lubang yang ditutupi daun, ada pula yang menyimpan telurnya didalam pasir. Seekor burung sekali musim hanya mampu bertelur beberapa butir saja. Pada burung merpati, sekali musim bertelur mengeluarkan 2 butir telur yang akan menetas menghasilkan burung jantan dan betina. Embrio yang berkembang dalam cangkang mendapat makanan dari cadangan makanan yang tersimpan dalam telur tersebut.
2.        Amfibi
Seperti pada ikan, katak juga bertelur dengan fertilisasi eksternal. Telur yang telah dibuahi akan bergerombol dipermukaan air. Setelah enam hari telur akan menetas menghasilkan berudu atau kecebong. Berudu hidup di dalam air dan bernafas dengan insang. Setelah mengalami metamorfosis selama 1- 3 bulan, ia akan berubah bentuk menjadi katak. Pada umur satu tahun katak telah menjadi dewasa

Sekarang lanjut ke Perkembangbiakan Aseksual ya....:)
Perkembangbiakan Aseksual yaitu perkembangbiakan tanpa adanya peleburan antara sel kelamin jantan dan betina. Perkembangbiakan aseksual ini terbagi menjadi dua, yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan.
1.    Vegetatif alami
a.    Fisi
Terjadi pada organisme bersel satu, organisme ini akan terbelah menjadi dua bagian yang sama. Contohnya; Pembelahan sel bakteri dan plasmodium (repoduksi dengan fisi ganda, inti sel membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi sitoplasma), proses ini disebut skizogoni.
b.    Pembentukan spora
Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Bila kondisi lingkungan baik, maka spora akan berkecambah dan terbentuk individu baru. Contohnya ; jamur, lumut, paku-pakuan.
c.    Pembentukan Tunas
Yaitu berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan membentuk sama seperti induknya dengan ukuran kecil. Kemudian tunas ini dapat di lepas dan apabila di tanam, tumbuh sebagai individu baru. Contohnya ;  Sel Ragi dan Hydra (sejenis coelenterata).
d.   Fragmentasi
Ketika organisme patah, terbelah menjadi dua bagian, dan patahan tersebut dapat tumbuh kembali menjadi individu baru. Fragmentasi ini tergantung pada kemampuan regenerasi, yaitu memperbaiki jaringan atau organ yang telah hilang. contohnya ; Cacing pipih, Algae berbentuk benang.
e.    Propagasi Vegetatif
Diberikan untuk tumbuhan berbiji. Proses ini adalah bila bagian tubuh tanaman terpisah, maka bagian tersebut akan tumbuh menjadi satu/lebih tanaman baru.
-         -  Stolon
Yaitu batang yang menjalar di atas tanah. Di sepanjang stolon dapat tumbuh tunas liar, dan tunas tersebut dapat dijadikan menjadi anakan tanaman. Contoh ; Rumput teki, Rumput gajah, dan Strawberry.
-          - Akar Tinggal/rhizoma 
Yaitu batang yang menjalar di bawah tanah. Dapat berumbi untuk menyimpan makanan maupun tak berumbi. Ciri rizom adalah adanya daun yang mirip sisik, tunas, ruas, dan antar ruas. Contoh ; kunyit, jahe, lengkuas, dan kencur.
-         -  Tunas tumbuh disekitar pangkal batang
Yaitu tunas yang membentuk rumpun. Contoh ; Pohon Pisang, Pohon Bambu.
-          - Tunas Liar
Yaitu terjadi pada tumbuhan yang daunnya memiliki meristem yang dapat menyebabkan terbentuknya tunas-tunas baru di pinggir daun. Contoh ; Tunas Cocor Bebek.
-          - Umbi Lapis
Yaitu batang pendek yang berada di bawah tanah. Umbi lapis di selubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Contoh ; Bawang Merah)
-          - Umbi Batang 
Yaitu batang yang tumbuh di bawah tanah, digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, maka dari itu kita bisa lihat bentuknya yang besar. Pada umbinya, kita juga dapat melihat tunas-tunas yang juga akan membentuk individu baru. Contoh  ; Kentang.

2.      Vegetatif buatan
1.      Stek
Merupakan penanaman potongan bagian tumbuhan, agar dapat di tumbuhkan menjadi tanaman baru. Terdapat berbagai macam stek, yaitu stek batang, daun, atau akar. Stek batang dapat dilakukan pada tanaman singkong dan tanaman sirih. Stek daun dapat kita lakukan pada tanaman cocor bebek dan begonia, dan stek akar dapat dilakukan pada tanaman sukun.



2.      Cangkok
Adalah suatu reproduksi dengan membuat cabang batang tanaman menjadi berakar. Caranya, sebagian kulit batang di buang, dan di bungkus dengan menggunakan tanah. Setelah di bungkus, ikat bungkusan tersebut dengan rapat. Agar udara dan air dapat masuk, kita dapat memberikan bolongan-bolongan kecil pada bungkusan tersebut.



Pada cabang tanaman yang di cangkok, akan tumbuh akar dan siap di tanam menjadi tanaman baru. Tanaman yang dapat di cangkok haruslah batang yang berkambium. Pencangkokan ini bertujuan untuk menghasilkan tanaman yang sama seperti induknya. Contohnya; tanaman mangga, jambu air dan rambutan. Menurut Rochiman dan Harjadi (1973), hal yang perlu di perhatikan pada saat mencangkok;
-            Waktu mencangkok, sebaiknya dilakukan pada musim hujan, agar tidak perlu melakukan penyiraman yang berulang-ulang.
-          Memilih batang cangkok, pohon induk yang digunakan tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, kuat, sehat, dan subur, serta banyak dan baik buahnya.
-          Pemeliharaan cangkokan, pemeliharaan sudah di anggap cukup, apabila cangkokan tersebut cukup lembab sepanjang waktu.

3.    Merunduk
Adalah teknik perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menundukkan batang tanaman ke tanah dengan harapan akan tumbuh akar. Setelah akar timbul, maka batang sudah dapat di potong dan di pindahkan ke tempat lain. Contoh; dapat di gunakan pada tanaman alamanda.





4.    Tempel (okulasi)
Menempelkan mata tunas suatu tumbuhan pada batang tumbuhan lain. Okulasi ini bertujuan untuk menggabungkan dua tumbuhan yang memiliki sifat berbeda. Dan pada akhirnya akan menghasilkan tumbuhan yang memiliki dua jenis buah atau bunga.


5.    Sambung (Enten)
Adalah menyambungkan dua jaringan tanaman yang hidup, sehingga keduanya bergabung dan tumbuh serta berkembang menjadi satu tanaman gabungan. Menyambung bertujuan untuk menyatukan dua sifat unggul tumbuhan yang berbeda agar menghasilkan kualitas tumbuhan yang terbaik. 

Pada Hewan :
1.      Membelah diri (pembelahan biner), yaitu pembelahan diri dari satu sel menjadi dua sel baru. Misalnya, terjadi pada Protozoa.
2.      Fragmentasi, yaitu pemisahan sebagian sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni sel baru. Misalnya, terjadi pada Volvox.
3.      Sporulasi atau pembentukan spora, misalnya Plasmodium (penyebab malaria) pada fase oosit. Oosit akan membelah dan selanjutnya akan menghasilkan sporozoit.
4.      Pembentuhan tunas, misalnya pada hewan Hydra dan Porifera.
5.      Dengan regenerasi, yaitu sebagian tubuh terpisah dan selanjutnya bagian tadi dapat tumbuh menjadi individu baru yang lengkap. Misalnya pada Planaria dan Bintang Laut.


Analisis penulis tentang bab ini :
Perkembangbiakan yang terjadi pada makhluk hidup bisa terjadi secara seksual maupun aseksual. Banyak sekali macam-macam makhluk hidup yang bereproduksi dengan seksual maupun aseksual. Contoh dari seksual seperti manusia, Kucing, Anjing, dll. Kalau aseksual seperti tumbuhan yang distek, cangkok, merunduk, dll.


Terimakasih untuk :

0 komentar:

Posting Komentar